Login Member
Username:
Password :
Agenda
19 September 2017
M
S
S
R
K
J
S
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7

Gedung SmastaAwal tahun 1960 Ida Bagus Astawa dan I Md Sastra Inggas yang pada saat itu menjadi pendiri SMA Negeri Denpasar bertekad di kota Tabanan ada sebuah SMA Negeri. Berdasarkan ide yang mulia beliau mencoba menghubungi Ida Bagus Pudja (Bupati Kepala Daerah Tk. II Tabanan untuk membicarakan masalah pendirian SMA di kota Tabanan. Dan ide tersebut disetujui.

Dengan demikian, mulai tanggal 1 Juli 1961 dilakukan penerimaan siswa baru yang meminjam tempat belajar di SR 1 (tempat pasar Tabanan sekarang). Ternyata jumlah pendaftaran cukup banyak tetapi yang dapat diterima hanya tiga kelas dengan ketentuan bagian A (sastra) satu kelas, bagian B (ilmu pasti). Bagian C (ilmu ekonomi) satu kelas. Dengan tenaga pengajar dari SMA Denpasar dan SMA Saraswati Tabanan.

Sementara itu di tempat SMA sekarang telah dipersiapkan bangunan oleh bupati Tabanan. Sambil mengawasi proses belajar mengajar, Ida Bagus Astawa memohon pada pemerintah pusat agar di Tabanan didirikan sebuah SMA Negeri. Ternyata sebelum surat keputusan datang, gedung SMA di tempat sekarang sudah bisa dimanfaatkan. Maka pada tanggal 1 Agustus 1961 mulai pindah dari SR 1 ke bangunan SMA yang telah disiapkan ( tempat SMA sekarang ). Keadaan gedung tempat belajar pada saat itu masih sangat sederhana. Terdiri atas tiga ruangan kelas, ruangan kepsek, ruangan TU, dan ruangan guru yang semua dinding terbuat dari bambu dan gedeg. Akhirnya pada tanggal 1 Oktober 1961 direktorat P dan K di Jakarta mengeluarkan surat keputusan menetapkan berdirinya SMA Negeri Tabanan dengan SK.NO.151/S.K./B/3. Sejak itu SMA Tabanan sebagai kelas jauh berubah menjadi SMA Negeri Tabanan. Sedangkan mengenai ulang tahun belum sempat terpikirkan dan baru pada 1962 untuk pertama kalinya SMA Negeri Tabanan merayakan ulang tahun sekolahnya dan menetapkan tanggal 5 Agustus sebagai hari ulang tahunnya dan tanggal ini dipakai patokan sampai sekarang.

Sekolah yang saat ini dikepalai oleh Dr.I Made Jiwa M.Pd. ini sering dikenal dengan sebutan �SMASTA� sehingga nama tersebut terus melekat hingga kini. Sekolah ini juga mendapatkan predikat sebagai sekolah unggulan di Kabupaten Tabanan. Keunggulan sekolah ini dapat dibilang banyak sekali, seperti keunggulan di bidang akademis dan non akademis, semua itu dapat tercapai berkat kerjasama, baik dengan guru, pegawai, pihak komite sekolah maupun dengan masyarakat dan pemerintah. Program jangka panjang sekolah ini adalah melahirkan anak-anak yang �CETAK�, kepanjangan dari cerdas, terampil dan berkepribadian,membentuk kepribadian Pancasila, Iman dan Taqwa, Berdaya saing global.Konsep pemikiran ini telah ditanamkan oleh pendahulu sekolah ini yaitu para senior, sesepuh yang pernah bekerja di sekolah ini dengan semboyan yang jelas Tadhartam Karma Muktah Sangah Samacara yang artinya bekerjalah demi bhakti kepada Tuhan, jangan mengharapkan pamerih. Dilihat dari sudut phisik, sekolah ini tetap berpegang kepada konsep pembangunan Tri Hita Karana yaitu keseimbangan atau hubungan yang harmonis antara Manusia dengan sang Pencipta, Manusia dengan manusia dan tentu saja dengan lingkungannya.

Sejak saat itu pergantian pimpinan sekolah dapat diurutkan sebagai berikut :

 

 

 

  1. Ida Bagus Astawa (05-08-1961 s.d 10-12-1962)
  2. I Wayan Gredeg (10-12-1962 s.d 01-02-1965)
  3. I Nyoman Tasik (01-02-1965 s.d 03-12-1970)
  4. I Ketut Dharma Susila (31-12-1970 s.d 28-12-1973)
  5. I Wayan Widia (28-12-1973 s.d 24-12-1981)
  6. I Dewa Made Pudja (24-12-1981 s.d 01-03-1990)
  7. Drs.I Gusti Ngurah Gede Asta (01-03-1990 s.d 06-01-1992)
  8. Drs.I Nengah Mendera (06-01-1992 s.d 01-01-1999)
  9. Drs.Ida Bagus Manuaba M.Si (02-01-2000 s.d 01-01-2001)
  10. I Ketut Subrata S.Pd (26-04-2001 s.d 22-12-2007)
  11. Drs.I Made Suisthana Adiputra,M.Pd.(2007 s/d 09-09-2011)
  12. Dr. I Made Jiwa, M.Pd (2011 - sekarang)